Cara Backup dan Restore Website di cPanel: Panduan Lengkap

January 26, 2025
Blog Ardeta Media

Backup adalah salah satu hal paling penting yang sering diabaikan oleh pemilik website. Kehilangan data website karena hack, error, atau kesalahan human bisa menjadi bencana besar. Artikel ini akan membahas secara lengkap cara melakukan backup dan restore website di cPanel dengan berbagai metode.

Mengapa Backup Itu Penting?

Sebelum masuk ke tutorial, mari pahami mengapa backup sangat penting:

Risiko Kehilangan Data

Website Anda bisa kehilangan data karena:

  • Hacking/Malware: Website di-hack dan file dirusak
  • Human Error: Salah hapus file atau database
  • Server Crash: Hardware failure di server hosting
  • Update Gagal: Update WordPress/plugin yang menyebabkan website crash
  • Hosting Provider Issue: Masalah dari sisi hosting (jarang, tapi bisa terjadi)

Manfaat Backup Rutin

Peace of Mind: Tenang karena data aman

Quick Recovery: Bisa restore dengan cepat jika terjadi masalah

Testing Safety: Aman untuk testing update atau perubahan

Migration: Mudah untuk pindah hosting

Version Control: Bisa kembali ke versi sebelumnya

Jenis-Jenis Backup di cPanel

cPanel menyediakan beberapa opsi backup:

1. Full Backup

  • Backup seluruh akun cPanel (semua file, database, email, dll)
  • File size besar
  • Cocok untuk backup lengkap atau migrasi

2. Partial Backup

  • Backup sebagian saja:
- Home Directory: File website saja

- MySQL Databases: Database saja

- Email Forwarders: Email forwarders

- Email Filters: Email filters

  • File size lebih kecil
  • Cocok untuk backup spesifik

3. Automatic Backup (Jika Tersedia)

  • Backup otomatis oleh hosting provider
  • Biasanya daily/weekly
  • Tidak semua hosting menyediakan

Cara Backup Website di cPanel

Metode 1: Full Backup (Backup Lengkap)

Langkah 1: Login ke cPanel

  1. Akses `namadomain.com/cpanel` atau `namadomain.com:2083`
  2. Masukkan username dan password cPanel
  3. Klik Log in

Langkah 2: Buka Backup Wizard

  1. Di halaman cPanel, scroll ke bagian Files
  2. Klik Backup atau Backup Wizard

Langkah 3: Pilih Full Backup

  1. Klik Backup tab (bukan Restore)
  2. Di bagian Full Backup, klik Download a Full Account Backup

Langkah 4: Konfigurasi Backup

  1. Backup Destination:
- Home Directory: Download ke komputer Anda (recommended)

- Remote FTP Server: Backup ke FTP server lain (advanced)

- Remote FTP Server (Passive Mode): Untuk FTP dengan passive mode

- Secure Copy (SCP): Backup via SCP (advanced)

  1. Email Address:
- Masukkan email Anda

- Anda akan menerima notifikasi saat backup selesai

  1. Klik Generate Backup

Langkah 5: Tunggu Proses Backup

  • Proses backup akan berjalan di background
  • Waktu yang dibutuhkan tergantung ukuran website (bisa 5 menit - 2 jam)
  • Anda akan menerima email notifikasi saat selesai

Langkah 6: Download Backup

  1. Setelah menerima email notifikasi, kembali ke cPanel
  2. Pergi ke Backup > Download a Full Account Backup
  3. Scroll ke bawah ke bagian Backups Available for Download
  4. Klik link download backup file (format: `backup-tanggal.tar.gz`)
  5. Simpan file di komputer Anda

Catatan: File backup biasanya tersedia selama 2-7 hari, setelah itu akan dihapus otomatis.

Metode 2: Partial Backup (Backup Sebagian)

A. Backup Home Directory (File Website)

  1. Login ke cPanel
  2. Buka Backup
  3. Di bagian Partial Backups, klik Download a Home Directory Backup
  4. File akan langsung di-download ke komputer Anda
  5. Format file: `home-username-tanggal.tar.gz`

Isi Backup:

  • Semua file di home directory
  • Termasuk `public_html`, `mail`, `etc`, dll
  • Tidak termasuk database

B. Backup MySQL Database

  1. Login ke cPanel
  2. Buka Backup
  3. Di bagian Partial Backups > Download a MySQL Database Backup
  4. Pilih database yang ingin di-backup dari dropdown
  5. Klik nama database
  6. File `.gz` akan di-download

Tips: Jika ada banyak database, backup satu per satu atau gunakan phpMyAdmin.

C. Backup via phpMyAdmin (Alternatif untuk Database)

  1. Login ke cPanel
  2. Klik phpMyAdmin di bagian Databases
  3. Pilih database dari sidebar kiri
  4. Klik tab Export di atas
  5. Export Method:
- Quick: Export cepat dengan setting default

- Custom: Export dengan konfigurasi detail

  1. Format: Pilih SQL
  2. Klik Go
  3. File `.sql` akan di-download

D. Backup Email Forwarders dan Filters

  1. Login ke cPanel
  2. Buka Backup
  3. Di bagian Partial Backups:
- Klik Download an Email Forwarder Backup untuk backup email forwarders

- Klik Download an Email Filter Backup untuk backup email filters

  1. File akan di-download

Metode 3: Backup via File Manager (Manual)

Untuk backup file spesifik atau folder tertentu:

  1. Login ke cPanel
  2. Klik File Manager
  3. Navigasi ke folder yang ingin di-backup (biasanya `public_html`)
  4. Pilih file/folder:
- Centang checkbox file/folder yang ingin di-backup

- Atau klik kanan dan pilih Select All untuk semua file

  1. Klik Compress di toolbar atas
  2. Compression Type: Pilih Zip Archive atau Tar Archive
  3. Compressed File Name: Beri nama (contoh: `backup-website-26jan2026`)
  4. Klik Compress File(s)
  5. Setelah selesai, klik kanan pada file compressed
  6. Pilih Download
  7. File akan di-download ke komputer Anda

Metode 4: Backup via FTP

  1. Download FTP Client (FileZilla, WinSCP, dll)
  2. Connect ke Server:
- Host: `ftp.namadomain.com` atau IP server

- Username: Username cPanel

- Password: Password cPanel

- Port: 21 (FTP) atau 22 (SFTP)

  1. Navigasi ke Folder Website (biasanya `public_html`)
  2. Download Semua File:
- Klik kanan pada folder `public_html`

- Pilih Download

- File akan di-download ke komputer Anda

Keuntungan FTP:

  • Bisa download file besar tanpa timeout
  • Bisa resume download jika terputus
  • Lebih cepat untuk website besar

Cara Restore Website di cPanel

Metode 1: Restore Full Backup

Langkah 1: Upload Backup File

Opsi A: Via cPanel Backup Restore

  1. Login ke cPanel
  2. Klik Backup > Restore tab
  3. Di bagian Restore a Full Backup, klik Choose File
  4. Pilih file backup (`backup-tanggal.tar.gz`)
  5. Klik Upload

Opsi B: Via FTP (Untuk File Besar)

  1. Connect ke server via FTP
  2. Upload file backup ke home directory
  3. Lanjut ke langkah 2

Langkah 2: Restore Backup

  1. Setelah upload selesai, cPanel akan otomatis memproses restore
  2. Proses restore bisa memakan waktu 10 menit - 2 jam
  3. Anda akan menerima email notifikasi saat selesai

Peringatan:

  • Full restore akan menimpa semua data yang ada
  • Pastikan Anda yakin sebelum melakukan restore
  • Backup data yang ada sekarang jika diperlukan

Metode 2: Restore Partial Backup

A. Restore Home Directory

  1. Login ke cPanel
  2. Buka Backup > Restore tab
  3. Di bagian Restore a Home Directory Backup:
- Klik Choose File

- Pilih file `home-username-tanggal.tar.gz`

- Klik Upload

  1. Tunggu proses restore selesai

B. Restore MySQL Database

Opsi 1: Via cPanel Backup Restore

  1. Login ke cPanel
  2. Buka Backup > Restore tab
  3. Di bagian Restore a MySQL Database:
- Klik Choose File

- Pilih file database `.gz` atau `.sql`

- Klik Upload

  1. Tunggu proses restore

Opsi 2: Via phpMyAdmin (Recommended untuk Database Besar)

  1. Login ke cPanel
  2. Klik phpMyAdmin
  3. Pilih database yang ingin di-restore (atau buat database baru)
  4. Klik tab Import
  5. Klik Choose File dan pilih file `.sql` atau `.gz`
  6. Scroll ke bawah dan klik Go
  7. Tunggu proses import selesai

Tips untuk Database Besar:

  • Jika file database > 50MB, gunakan FTP untuk upload ke server dulu
  • Lalu import via command line (SSH) atau phpMyAdmin

Metode 3: Restore File Manual via File Manager

  1. Login ke cPanel
  2. Klik File Manager
  3. Upload File Backup:
- Navigasi ke folder tujuan (biasanya `public_html`)

- Klik Upload di toolbar

- Pilih file compressed (`.zip` atau `.tar.gz`)

- Tunggu upload selesai

  1. Extract File:
- Kembali ke File Manager

- Klik kanan pada file compressed

- Pilih Extract

- Pilih lokasi extract

- Klik Extract File(s)

  1. Hapus File Compressed (opsional):
- Klik kanan pada file compressed

- Pilih Delete

Metode 4: Restore via FTP

  1. Connect ke Server via FTP
  2. Navigasi ke Folder Tujuan (biasanya `public_html`)
  3. Upload File:
- Drag and drop file dari komputer ke server

- Atau klik kanan > Upload

  1. Tunggu Upload Selesai

Tips dan Best Practices Backup

1. Backup Secara Rutin

Rekomendasi Frekuensi:

  • Website Statis: 1x per bulan
  • Blog/Website Biasa: 1x per minggu
  • E-commerce/Website Aktif: 1x per hari atau sebelum setiap update

2. Simpan Backup di Multiple Lokasi (3-2-1 Rule)

  • 3 Copies: Punya 3 copy backup (1 original + 2 backup)
  • 2 Different Media: Simpan di 2 media berbeda (HDD + Cloud)
  • 1 Offsite: 1 backup di lokasi berbeda (cloud storage)

Contoh:

  • Copy 1: Di server hosting (automatic backup)
  • Copy 2: Di komputer lokal (manual download)
  • Copy 3: Di cloud storage (Google Drive, Dropbox, OneDrive)

3. Gunakan Plugin Backup (Untuk WordPress)

Plugin Recommended:

  • UpdraftPlus: Gratis, mudah, support cloud storage
  • BackupBuddy: Premium, fitur lengkap
  • Duplicator: Gratis, cocok untuk migrasi
  • BackWPup: Gratis, scheduled backup

4. Test Restore Secara Berkala

  • Jangan hanya backup, tapi juga test restore
  • Pastikan backup file tidak corrupt
  • Lakukan test restore minimal 1x per 3 bulan

5. Label Backup dengan Jelas

Beri nama backup dengan format yang jelas:

```

backup-namadomain-26jan2026-full.tar.gz

backup-namadomain-26jan2026-database.sql.gz

backup-namadomain-26jan2026-files.zip

```

6. Hapus Backup Lama

  • Jangan simpan terlalu banyak backup (memakan space)
  • Simpan backup 3-6 bulan terakhir
  • Hapus backup yang lebih lama

7. Backup Sebelum Update atau Perubahan Besar

Selalu backup sebelum:

  • Update WordPress/plugin/theme
  • Install plugin baru
  • Edit file core
  • Migrasi hosting
  • Perubahan besar pada website

8. Enkripsi Backup (Untuk Data Sensitif)

Jika website Anda menyimpan data sensitif:

  • Enkripsi file backup sebelum upload ke cloud
  • Gunakan password yang kuat
  • Tools: 7-Zip, WinRAR (dengan password)

Troubleshooting Backup & Restore

1. Backup Gagal atau Timeout

Penyebab:

  • Website terlalu besar
  • Server resource limit

Solusi:

  • Gunakan partial backup (backup file dan database terpisah)
  • Backup via FTP atau SSH
  • Hubungi support hosting untuk increase limit

2. Restore Gagal

Penyebab:

  • File backup corrupt
  • Format file salah
  • Permission issue

Solusi:

  • Cek integritas file backup (download ulang jika perlu)
  • Pastikan format file benar (`.tar.gz`, `.sql`, dll)
  • Cek permission file/folder (755 untuk folder, 644 untuk file)

3. Database Import Error

Penyebab:

  • File database terlalu besar
  • PHP memory limit terlalu kecil
  • Timeout

Solusi:

  • Split database menjadi beberapa file kecil
  • Increase PHP memory limit dan max_execution_time
  • Import via SSH (command line)

4. Website Tidak Berfungsi Setelah Restore

Penyebab:

  • Database tidak match dengan file
  • URL atau path berubah
  • Permission file salah

Solusi:

  • Pastikan restore file dan database dari backup yang sama
  • Update URL di database (untuk WordPress: wp_options table)
  • Fix permission file/folder

Kesimpulan

Backup dan restore adalah skill penting yang harus dikuasai setiap pemilik website. Dengan cPanel, proses backup dan restore menjadi sangat mudah.

Cara Backup di cPanel:

  1. Full Backup: Backup > Download a Full Account Backup ✅
  2. Partial Backup: Backup > Download Home Directory / MySQL Database ✅
  3. Manual: File Manager > Compress > Download ✅
  4. FTP: Download via FTP client ✅

Cara Restore di cPanel:

  1. Full Restore: Backup > Restore > Upload backup file ✅
  2. Partial Restore: Restore Home Directory / Database ✅
  3. Manual: File Manager > Upload > Extract ✅
  4. FTP: Upload via FTP client ✅

Tips Penting:

  • Backup secara rutin (minimal 1x per minggu)
  • Simpan backup di multiple lokasi (3-2-1 rule)
  • Test restore secara berkala
  • Backup sebelum update atau perubahan besar

Jika Anda memerlukan bantuan backup/restore atau ingin menggunakan hosting dengan automatic backup, jangan ragu untuk menghubungi team support Ardetamedia melalui:

Kami menyediakan Hosting dengan automatic daily backup dan easy restore. Data website Anda akan selalu aman! 🔒💾